Garudanewss.com SALATIGA, Selasa 22 September 2026 — Advokat Eko Ponco, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Ketua DPC FERADI WPI Kabupaten Mojokerto sekaligus Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP FERADI WPI, tak kuasa menahan air mata saat menjenguk M. Sholeh Abdullah R., anggota FERADI WPI yang masih menjalani perawatan di RSUD Salatiga.
Sholeh sebelumnya dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan dengan menggunakan linggis besi. Akibat kejadian tersebut, berdasarkan keterangan pihak keluarga dan tim pendamping, Sholeh mengalami kondisi serius dan saat ini masih mendapatkan perawatan medis.
Saat dijenguk, kondisi Sholeh disebut masih lemah. Ia mengalami luka, jahitan dan memar pada sejumlah bagian tubuh. Selain itu, menurut keterangan pihak yang mendampingi, Sholeh mengalami kebocoran paru-paru sehingga membutuhkan bantuan oksigen serta pemasangan selang untuk membantu mengeluarkan cairan dari bagian paru-paru yang terdampak.
Kondisi tersebut membuat Eko Ponco yang selama ini dikenal tegar dalam mendampingi berbagai persoalan hukum FERADI WPI terlihat sangat emosional.
Di hadapan rekan-rekan FERADI WPI, Eko Ponco tampak berlinang air mata ketika melihat langsung kondisi Sholeh yang masih terbaring lemah di rumah sakit.
Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., yang turut menjenguk, menyampaikan permohonan doa bagi kesembuhan Sholeh.
“Rekan-rekan, kami mohon doanya agar kondisi keluarga FERADI WPI kita, Bang Sholeh, bisa segera pulih kembali,” ujar Donny Andretti.
Sementara itu, Agus Polenk, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., selaku Ketua Tim Advokasi penanganan Sholeh, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
“Terima kasih Polres Salatiga yang bergerak cepat memeriksa semua pihak terkait kejadian yang menimpa rekan kami Sholeh,” ujar Agus Polenk.
Di sisi lain, Waketum FERADI WPI Basriyanto, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., menyatakan keprihatinan atas kondisi yang dialami Sholeh.
“Saya mengutuk keras kekejian para pelaku terhadap Sholeh,” ujar Basriyanto.
FERADI WPI juga meminta proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua DPD FERADI WPI Jawa Tengah, Adv. M. Ismail Zulkarnain, S.H., CCLA., CMDF., CTL., turut meminta agar proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dapat dilakukan sesuai prosedur apabila alat bukti telah memenuhi ketentuan.
“Para pelaku harus segera ditangkap, apalagi bukti CCTV sudah dikantongi Polres Salatiga,” ujar M. Ismail Zulkarnain.
Pihak FERADI WPI berharap kondisi kesehatan Sholeh segera membaik sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan rekan-rekannya.
Sementara itu, proses hukum terkait dugaan pengeroyokan tersebut diharapkan terus berjalan secara transparan, profesional dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang diperoleh penyidik.
[ Valen ]


















