banner 728x250

Dewi Asmara Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Nilai Pancasila di Sukabumi

banner 120x600
banner 468x60

Garudanewss com SUKABUMI – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Hj. Dewi Asmara, S.H., M.H., menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan bertema “Pembinaan Ideologi Pancasila: Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat” pada Kamis (30/7/2026) di Masjid Daarul Matiin, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus membangun semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan kehidupan sosial, budaya, dan perkembangan zaman.

banner 325x300

Acara menghadirkan narasumber utama, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Kegiatan juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, unsur organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Hj. Dewi Asmara menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dipahami serta diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Melalui Dialog Kebangsaan ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial,” ujar Dewi Asmara.

Ia juga mengajak seluruh relawan Gerakan Kebajikan Pancasila untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menangkal berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Sementara itu, Kepala BPIP RI, Prof. Yudian Wahyudi, menekankan bahwa keberhasilan pembinaan ideologi Pancasila sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat secara langsung. Menurutnya, relawan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila merupakan ujung tombak dalam membumikan Pancasila. Penguatan ideologi bangsa tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan keluarga, RT, RW, desa, hingga komunitas masyarakat,” jelas Prof. Yudian.

Selama dialog berlangsung, peserta mengikuti kegiatan secara antusias dan interaktif. Berbagai aspirasi serta pandangan disampaikan mengenai tantangan kebangsaan saat ini, mulai dari pengaruh radikalisme, pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, hingga penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah, pesantren, dan lingkungan keluarga.

Para peserta juga menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di akhir acara, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk nyata kontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan berkarakter.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

[ Rangga ]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *