Garudanewss.com – Kamis, 29 Januari 2026 | 07:30 WIB
Kondisi infrastruktur jalan di Kota Bogor kembali menjadi sorotan.
Kerusakan berupa lubang-lubang dalam di sejumlah ruas jalan dinilai tidak lagi sebatas mengganggu kenyamanan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya saat hujan ketika lubang tertutup genangan air.
BOGOR – Keluhan masyarakat terkait jalan rusak terus bermunculan di berbagai wilayah Kota Bogor. Ironisnya, kerusakan tersebut justru ditemukan di sejumlah ruas jalan vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyebut curah hujan ekstrem sebagai faktor utama penyebab kerusakan jalan.
Menurutnya, pihak PUPR telah melakukan perbaikan secara bertahap di berbagai titik.
“Kondisi jalan yang rusak akibat hujan ekstrem kami upayakan segera diperbaiki. Setiap hari kami menyisir jalan dan drainase di wilayah Kota Bogor, dan sudah banyak titik yang dikerjakan,” ujar Juniarti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (28/1/2026).
Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi faktual di lapangan.
Berdasarkan pantauan serta laporan sebelumnya, kerusakan parah masih ditemukan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.
Jalur Pamoyanan menuju BNR, akses alternatif pascapenutupan Jalan Batutulis, serta kawasan Cipinang Gading, Rangga Mekar, dan Pabuaran dilaporkan masih dipenuhi lubang-lubang dalam yang sulit dihindari pengendara.
Saat hujan turun, kondisi tersebut kian berbahaya karena lubang jalan tertutup air, sehingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas,
Tingginya curah hujan memang mempercepat degradasi badan jalan.
Namun di sisi lain, situasi ini turut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas perencanaan, ketahanan konstruksi jalan, serta efektivitas pemeliharaan rutin yang selama ini dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Bogor.
Pewarta : timred


















