Garudanewss.com-Pengerjaan pembangunan KDMP Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Rancamaya Agrobisnis RT 01 RW 01, Kecamatan Bogor Selatan, menuai keluhan dari kepala tukang dan para pekerja lokal.
Sejak awal pengerjaan dimulai dari wilayah Boplang, seluruh tenaga kerja yang
dilibatkan merupakan warga lokal, termasuk kepala tukangnya. Proyek tersebut memiliki estimasi waktu pengerjaan sekitar 3 bulan 1 minggu.
Namun seiring berjalannya waktu, pihak kepala tukang dan para pekerja mengaku mendapat tekanan dari pihak-pihak terkait yang menilai pekerjaan berjalan lambat.
Bahkan, seluruh pekerja lokal akhirnya diberhentikan dan digantikan dengan tenaga kerja lain dengan alasan kinerja yang dianggap lambat.
Padahal menurut keterangan kepala tukang dan para pekerja, keterlambatan pekerjaan bukan sepenuhnya disebabkan oleh tenaga kerja, melainkan karena
keterlambatan material yang dinilai tidak pernah stabil sejak awal proyek berjalan. Mereka berharap pihak terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sebelum mengambil keputusan.
“Kami berharap sebelum menyalahkan pekerja, pihak terkait terlebih dahulu mengecek langsung ke lapangan dan menanyakan apa kendala yang sebenarnya terjadi,” ungkap salah satu pekerja.
Selain itu, kepala tukang disebut telah memperjuangkan agar warga sekitar Rancamaya tetap dilibatkan dalam pekerjaan tersebut, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Para pekerja juga menyampaikan bahwa sebelum Lebaran sempat terjadi penundaan pekerjaan, bahkan setelah Lebaran pekerjaan kembali tertunda hingga dua minggu akibat keterlambatan material. Tidak hanya itu, hingga saat ini disebut masih ada tunggakan pembayaran material sekitar Rp700 ribu yang belum
diselesaikan dan belum ada tanggung jawab dari pihak pemborong.
Menurut keterangan pekerja, sejak awal pengerjaan di Boplang, selama kurang lebih 10 hari para pekerja sudah siap bekerja di lapangan, namun pekerjaan belum dapat dilakukan secara maksimal karena material belum tersedia.
Dengan adanya kejadian ini, para pekerja berharap seluruh pihak dapat bersikap adil, bijaksana, dan tidak menyalahkan satu pihak saja tanpa melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan. Bogor 22/05/2026


















