Garudanewss.com, Bandung – Polda Jawa Barat memperketat pengamanan serta menerapkan rekayasa lalu lintas menyusul masih tingginya jumlah wisatawan yang memadati Kota Bandung. Kondisi tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., saat memberikan update kamtibmas dan lalu lintas, Jumat (2/1/2026), dari pusat Kota Bandung.
Kombes Hendra menjelaskan, arus lalu lintas di sejumlah titik, khususnya persimpangan lampu merah, masih terpantau padat. Kepadatan dipicu banyaknya wisatawan dari luar kota yang memilih bertahan untuk berwisata maupun menginap meski telah memasuki hari kerja.
“Pengamanan kami fokuskan di pusat perbelanjaan, lokasi wisata, dan penginapan. Hingga saat ini, lalu lintas dalam kota masih cukup padat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tingkat hunian hotel di Kota Bandung masih berada di atas 60 persen dan diperkirakan bertahan hingga sepekan ke depan. Arus kendaraan dari dan menuju Jakarta diprediksi relatif berimbang, dengan dua potensi puncak pergerakan pada akhir pekan.
Untuk mengurai kepadatan di kawasan wisata seperti Ciwidey dan Lembang, Polda Jabar menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional melalui sistem one way dan contraflow.
“Penerapan one way dilakukan selama 20 hingga 30 menit agar arus tetap lancar dan masyarakat tidak terlalu lama tertahan. Untuk Lembang hingga Tol Pasteur masih efektif menggunakan contraflow,” jelasnya.
Meski Operasi Kepolisian resmi berakhir pada 2 Januari 2026, pengamanan tetap ditingkatkan hingga awal pekan depan. Sekitar 15.000 personel dikerahkan, terdiri dari 2.000 personel Polda Jabar dan 13.000 personel dari jajaran kewilayahan.
Kombes Hendra juga menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama masa pengamanan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama saat beraktivitas di kawasan wisata dan perairan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu dan larangan petugas demi keselamatan bersama, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.
Penulis : (Hilman)


















