banner 728x250

Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Garudanewss.com, Bandar Lampung – Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Penguatan sektor ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Bendahara Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Rosita Ghosi, menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong pengembangan koperasi dan UMKM melalui pemberdayaan anggota, pengurus, serta partisipasi aktif masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda PWDPI yang akan diluncurkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3, di antaranya pendirian Koperasi Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia serta Program UMKM Merah Putih PWDPI.
Menurut Rosita, koperasi dan UMKM bukan hanya sektor usaha, tetapi fondasi ekonomi rakyat. Ia mengutip pernyataan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki yang menyebut UMKM sebagai jantung perekonomian nasional dan motor kewirausahaan bangsa. Saat ini, UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan diproyeksikan terus tumbuh hingga puluhan juta pelaku usaha di masa mendatang.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi koperasi dan UMKM masih cukup besar, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi manajemen dan teknologi, hingga kesulitan memperluas pasar. Karena itu, pemberdayaan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sektor ini.
Rosita menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus dan anggota koperasi melalui pelatihan manajemen keuangan, tata kelola organisasi yang profesional, serta pengembangan peluang usaha. Di sisi lain, pelaku UMKM perlu dibekali keterampilan produksi, pemasaran digital, dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui Koperasi PWDPI, pihaknya berencana menghadirkan program pelatihan, pendampingan, serta skema pembiayaan yang ramah dan terjangkau. PWDPI juga akan mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan sektor swasta guna memperluas akses teknologi dan pengetahuan.
Selain penguatan internal, peran masyarakat juga dinilai sangat penting. Masyarakat diharapkan lebih mencintai dan menggunakan produk lokal, sekaligus ikut mengawasi dan mendukung perkembangan koperasi dan UMKM di daerah. Program “Bela Beli Lokal” yang sukses di sejumlah daerah disebut dapat direplikasi secara lebih luas, termasuk di Provinsi Lampung.
PWDPI juga berencana menggelar bazar UMKM serta memaksimalkan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran produk lokal. Sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat, terutama dalam pembangunan infrastruktur pasar dan perluasan akses pasar di tingkat regional maupun nasional.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan nasional pengembangan koperasi dan UMKM tahun 2025–2029 yang menitikberatkan pada perluasan pasar, digitalisasi, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penguatan akses pembiayaan.
Rosita menegaskan, optimalisasi penggunaan anggaran negara untuk koperasi dan UMKM desa juga harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dengan pemberdayaan yang menyeluruh terhadap anggota, pengurus, dan masyarakat, koperasi dan UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Semi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *