Garudanewss.com-Pembangunan SLB Negeri 1 Kota Bogor dikabarkan telah rampung 100 persen. Namun, di balik selesainya proyek tersebut, muncul persoalan yang hingga kini belum terselesaikan antara salah satu pemborong dan kepala tukang yang
bertanggung jawab di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada awalnya proyek tersebut sempat terbengkalai karena ditinggalkan pekerja sebelumnya. Pihak pemborong
kemudian meminta bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Sebanyak 33 orang tenaga kerja dikerahkan untuk merampungkan proyek tersebut dengan target penyelesaian satu bulan.
Dalam proses pengerjaan, para pekerja disebut bekerja ekstra keras, bahkan lembur hingga pukul 03.00 dini hari, dan dalam beberapa kesempatan mencapai 24 jam kerja. Seluruh teknis dan tanggung jawab di lapangan dipegang oleh kepala tukang.
Karena alasan kemanusiaan dan rasa tanggung jawab terhadap para pekerja yang lembur, kepala tukang disebut menanggung biaya konsumsi dan kebutuhan air minum selama proses pekerjaan berlangsung. Tercatat, kebutuhan air minum mencapai sekitar 20 galon per minggu. Hal tersebut dilakukan lantaran diduga pihak
pemborong atau kantor pelaksana proyek menyampaikan tidak adanya anggaran untuk konsumsi lembur.
Setelah pekerjaan dinyatakan selesai, komunikasi antara pemborong dan kepala tukang disebut terhenti. Hingga saat ini, menurut keterangan yang diterima, belum ada
pertanggungjawaban atau penggantian biaya konsumsi lembur yang telah dikeluarkan selama proses pengerjaan berlangsung.
Permasalahan ini memunculkan harapan agar pihak terkait dapat memberikan klarifikasi serta
menyelesaikan kewajiban yang belum terselesaikan, demi menjaga profesionalisme dan menghormati hak-hak tenaga kerja.
Pewarta Timred


















