Garudanewss.com-CIKIDANG – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cikidang yang seharusnya menjadi angin segar bagi ekonomi kerakyatan, kini menuai sorotan dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Pasalnya, sebagian pelaku usaha roti dan kue lokal merasa potensi ekonomi dari program besar ini belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Dominasi Produk Pabrikan Luar
Keresahan ini mencuat menyusul adanya temuan benda asing pada produk roti muffin yang didistribusikan dalam paket MBG baru-baru ini.
Pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Cikidang mengklarifikasi bahwa roti tersebut dibeli langsung dari pabrik dalam kondisi sudah terbungkus plastik individu.
Hal inilah yang memicu kritik dari penggiat UMKM di Cikidang. Mereka menilai, pelibatan dapur umum atau pabrik skala besar dari luar wilayah justru mematikan kesempatan bagi produsen roti rumahan di Cikidang untuk ikut berkontribusi.
”Kami memiliki kapasitas untuk memproduksi roti yang segar setiap hari. Namun sayangnya, menu yang dibagikan justru produk pabrikan luar yang dibeli dalam jumlah besar,” ujar Rudini salah satu perwakilan pelaku usaha lokal.
Harapan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Para pelaku UMKM berharap pemerintah dan pihak penyelenggara program, termasuk SPPG di Kecamatan Cikidang, lebih memprioritaskan pemberdayaan potensi lokal.
Menurut mereka, ada beberapa keuntungan jika MBG melibatkan UMKM sekitar:
Kesegaran Produk: Roti buatan lokal diproduksi tanpa pengawet jangka panjang karena didistribusikan langsung setelah matang.
Pengawasan Kualitas: Komunikasi dan pengawasan kualitas (quality control) akan lebih mudah dilakukan karena produsen berada di wilayah yang sama.
Perputaran Ekonomi: Anggaran program akan berputar di dalam desa, membantu meningkatkan kesejahteraan warga Cikidang sendiri.
Evaluasi Standar Keamanan dan Pelibatan Warga
Kejadian temuan jarum pada roti kemasan pabrik sebelumnya menjadi momentum bagi warga untuk mendorong evaluasi total.
Warga berharap program MBG ke depannya tidak hanya fokus pada kuantitas dan kepraktisan makanan pabrikan, tetapi juga pada aspek pemberdayaan masyarakat sesuai semangat ekonomi gotong royong.
Hingga saat ini, para pelaku UMKM Cikidang masih menunggu adanya ruang dialog dengan pihak pengelola program agar produk lokal dapat masuk dalam daftar menu tetap harian Makan Bergizi Gratis.
Penulis : Fauzan Latif Adam


















