banner 728x250

Dua Bocah Jadi Korban di Jalan Bomang Pengendara Diduga Lalai Belum Ditahan, Keluarga Menjerit Keadilan

banner 120x600
banner 468x60

 

_Ketegasan dan Kepedulian Dirut RS Sentra Medika Cibinong Jadi Harapan di Tengah Tragedi Jalan Bomang_

banner 325x300

Selasa, 21 April 2026
Bogor,Garudanewss.com- Insiden kecelakaan memilukan terjadi di kawasan Jalan Bomang, jalur proyek pembaruan Jalan Bogor–Kemang, yang menimpa dua anak berusia sekitar 10 tahun.
Peristiwa tersebut menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan sorotan tajam terhadap penanganan hukum kasus ini.

Dua korban diketahui bernama *Hamdan Alzuhri Thalib dan MF Ras Badar.* Menurut keterangan keluarga, saat kejadian kedua anak tersebut tengah bermain di ruas jalan yang terputus akibat proses perbaikan jalan. Namun nahas, keduanya diduga ditabrak dari belakang oleh seorang pengendara sepeda motor ( B 4581 ECX ) yang disebut lalai saat berkendara.

Kasus ini kini ditangani Unit Lakalantas Polres Metro Depok. Namun hingga saat ini, keluarga mempertanyakan mengapa pengendara yang diduga menjadi penyebab kecelakaan belum juga ditahan.

*Laporan Polisi Resmi Telah Tercatat*

Perkara ini diketahui telah masuk dalam laporan resmi kepolisian dengan nomor: LP/A/95/IV/2026/SPKT Satlantas Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya.

Keberadaan laporan tersebut menjadi dasar agar proses penyelidikan berjalan profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.

 

*Korban Luka Berat dan Gegar Otak*

Salah satu korban, Hamdan Alzuhri Thalib, dikabarkan mengalami luka berat serta gegar otak. Situasi semakin berat lantaran BPJS milik korban disebut tidak dapat diaktifkan di tengah kondisi darurat, sehingga menambah beban keluarga.

Namun di tengah kepanikan dan kesedihan keluarga, RS Sentra Medika Cibinong hadir memberikan pertolongan cepat dan profesional.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi khusus kepada Direktur Utama RS Sentra Medika Cibinong, Dr. Lanjar Sugiyanto, MARS, yang dinilai sigap membantu penanganan medis korban serta memfasilitasi rawat inap VVIP demi keselamatan pasien.

“ *_Terima kasih kepada Dirut RS Sentra Medika Cibinong, Dr. Lanjar Sugiyanto, MARS, yang telah membantu penanganan medis korban dan memfasilitasi rawat inap VVIP,”_* ujar pihak keluarga.

Langkah cepat tersebut dinilai menunjukkan wibawa kepemimpinan serta komitmen rumah sakit dalam mengedepankan kemanusiaan di atas segalanya.

Sementara itu, korban lainnya, MF Ras Badar, diketahui pihak keluarga telah menerima uang santunan sebesar Rp5.500.000. Informasi tersebut menambah perhatian publik terhadap bagaimana bentuk pertanggungjawaban yang diberikan kepada para korban dalam insiden ini.

*Ayah Korban Kecewa Sikap Pengendara*

Di sisi lain, kemarahan keluarga memuncak setelah sikap pengendara yang diduga tidak menunjukkan itikad baik.

“ *_Pengendara itu bukannya minta maaf, malah menantang. Ini yang membuat saya emosi,*_ ” ujar ayah korban dengan nada kecewa.

Ayah korban juga menegaskan akan menempuh langkah lebih jauh apabila penanganan kasus anaknya dinilai tidak serius.

“ *_Saya akan libatkan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bogor jika seperti ini penanganan anak saya,”*_ tegas ayah korban.

Pernyataan tersebut menambah tekanan moral agar proses hukum berjalan transparan dan berpihak pada kepentingan korban anak.

 

*Uang Rp10 Juta Disebut Masuk ke Rumah Sakit*

Diketahui pada 21 April 2026, pengendara yang diduga lalai disebut memberikan uang sebesar Rp10 juta ke rumah sakit. Namun saat dikonfirmasi wartawan, orang tua korban mengaku tidak mengetahui secara jelas mengenai penyerahan uang tersebut.
Hal ini memunculkan pertanyaan publik, apakah persoalan serius yang menyangkut keselamatan anak hanya akan diarahkan pada penyelesaian uang damai semata.

*Polisi Didesak Bertindak Tegas*

Keluarga korban meminta Unit Lakalantas Polres Metro Depok segera mengambil langkah tegas terhadap pengendara yang diduga menjadi penyebab kecelakaan. Mereka berharap hukum tidak tumpul ketika korban adalah rakyat kecil dan anak-anak.
Jalan yang sedang diperbaiki seharusnya menjadi simbol pembangunan. Namun jika pengawasan minim dan kelalaian dibiarkan, maka jalan itu justru berubah menjadi tempat yang merenggut keselamatan generasi bangsa.

Kini publik menunggu, apakah hukum akan berdiri untuk korban, atau tunduk pada kelalaian yang dibungkus uang damai.

 

 

Tim/Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *