banner 728x250

Program MBG Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

banner 120x600
banner 468x60

Garudanewss.com NASIONAL, 30 Juni 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kembali menjadi sorotan publik.

Program yang mengalokasikan anggaran besar tersebut memunculkan berbagai kritik dan tuntutan agar pelaksanaannya dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

banner 325x300

Sejumlah kalangan, mulai dari masyarakat, pemerhati kebijakan publik, hingga organisasi masyarakat sipil, mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang mencapai nilai sangat besar.

Mereka menilai keterbukaan mengenai proses pengadaan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan masih perlu diperkuat agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan.

Di sejumlah daerah, muncul berbagai keluhan terkait pelaksanaan program. Beberapa di antaranya menyebut porsi makanan dinilai kurang memadai, variasi menu terbatas, kualitas makanan belum konsisten, serta distribusi yang terkadang terlambat atau belum merata.

Keluhan tersebut disampaikan oleh sebagian orang tua siswa dan masyarakat yang berharap program benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan gizi anak.

Pengamat kebijakan publik menilai pengawasan yang ketat merupakan kunci keberhasilan program berskala nasional ini. Menurut mereka, evaluasi berkala,

keterbukaan informasi anggaran, serta pelibatan lembaga pengawas independen diperlukan agar setiap rupiah uang negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Sejumlah elemen masyarakat juga mendorong dilaksanakannya audit menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG.

Audit tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian kepada publik mengenai penggunaan anggaran sekaligus memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses pelaksanaannya. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan aparat yang berwenang, masyarakat meminta agar penegakan hukum dilakukan secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program Makan Bergizi Gratis pada dasarnya diharapkan menjadi investasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang kuat dinilai menjadi syarat utama agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas dan tujuan peningkatan gizi dapat tercapai secara optimal

[ Redaksi ]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *