Garudanewss.com — Sukabumi
Bencana pergerakan atau pergeseran tanah melanda Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan mengalami kerusakan pada tempat tinggal mereka.
Peristiwa ini terjadi setelah intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang diduga menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah di wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan retakan-retakan besar di permukiman warga, bahkan sebagian rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Sejumlah warga mengaku khawatir pergeseran tanah masih terus berlangsung. Retakan tanah terlihat semakin melebar dan memanjang hingga mendekati bangunan rumah, jalan lingkungan, serta lahan pertanian milik warga.
Demi keselamatan, beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tempat yang dianggap lebih aman.
“Kami takut kalau hujan turun lagi, tanah bisa bergerak lebih parah. Retakan sudah masuk ke dalam rumah,” ujar salah seorang warga Kampung Gempol.
Selain merusak rumah warga, bencana ini juga berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat.
Akses jalan lingkungan menjadi terganggu, dan sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas ekonomi karena kondisi lingkungan yang tidak aman.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk segera melakukan peninjauan lokasi, pendataan kerusakan, serta memberikan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Masyarakat juga meminta agar dilakukan kajian geologi lebih lanjut guna memastikan tingkat kerawanan wilayah tersebut, sekaligus menentukan langkah mitigasi agar bencana serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, warga Kampung Gempol masih siaga dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
Pewarta Timred


















