banner 728x250

Lapas Kelas I Cipinang Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Jelang Reintegrasi Sosial

banner 120x600
banner 468x60

 

Garudanewss.com, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui kegiatan pengarahan yang digelar di Aula Bina Insan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan untuk mempersiapkan Warga Binaan menghadapi proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Pengarahan pembinaan kepribadian disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) Lapas Kelas I Cipinang, Endi Budi Hernadi, yang mewakili Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo. Dalam arahannya, Endi menegaskan bahwa pembinaan kepribadian menjadi pilar utama dalam sistem pemasyarakatan, karena tidak hanya berorientasi pada pembinaan internal, tetapi juga pemulihan fungsi sosial Warga Binaan di tengah masyarakat.
“Pembinaan kepribadian adalah fondasi reintegrasi sosial. Warga Binaan tidak hanya harus siap secara fisik, tetapi juga secara mental, sikap, dan perilaku. Kesadaran, tanggung jawab, serta nilai moral yang ditanamkan selama masa pidana akan menentukan keberhasilan mereka ketika kembali ke masyarakat,” tegas Endi saat kegiatan berlangsung, Rabu (21/1).
Pembinaan kepribadian di Lapas Cipinang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan melalui berbagai program, di antaranya pembinaan keagamaan, konseling, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembinaan mental dan sosial. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, empati, serta kemampuan Warga Binaan dalam berinteraksi secara sehat dan bertanggung jawab di lingkungan sosial.
Staf Pelaksana Kegiatan Pembinaan Kepribadian, Kusdie Fauzan, menjelaskan bahwa Aula Bina Insan menjadi pusat aktivitas pembinaan harian dengan jadwal yang telah disusun secara sistematis.
“Setiap hari terdapat kegiatan pembinaan kepribadian sesuai jadwal yang ditetapkan. Aula Bina Insan juga menjadi ruang pembelajaran terbuka, termasuk bagi kalangan akademisi yang melakukan penelitian maupun kuliah kerja nyata, sehingga proses pembinaan berlangsung dinamis dan berbasis penguatan nilai,” jelasnya.
Kegiatan pembinaan tersebut turut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Nur Istibsyaroh, menilai pembinaan kepribadian di Lapas Cipinang berjalan secara sistematis dan humanis.
“Kami melihat pembinaan kepribadian di sini tidak bersifat formalitas, tetapi benar-benar diarahkan untuk membentuk kesadaran dan sikap Warga Binaan. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial dan patut menjadi contoh,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembinaan kepribadian ini, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang humanis, terukur, dan berorientasi pada hasil. Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yakni Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, guna memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan agar dapat kembali berperan positif di tengah masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *