Garudanewss.com, Sukabumi – Pemerintah melalui Dinas Kesehatan menetapkan arah kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2026 dengan fokus utama pada penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) serta percepatan penurunan stunting. Kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat akses dan mutu layanan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan sarana dan prasarana, hingga percepatan digitalisasi layanan kesehatan.
Program kesehatan nasional tahun 2026 didukung oleh alokasi anggaran sekitar Rp244 triliun. Anggaran tersebut diperkuat dengan pelaksanaan berbagai program prioritas di daerah, salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.
Adapun fokus utama program kesehatan tahun 2026 meliputi beberapa aspek strategis, di antaranya:
Penurunan Stunting serta AKI/AKB
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor bersama DP3AP2KB dan perangkat daerah terkait. Intervensi yang dijalankan mencakup pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, skrining kesehatan reproduksi bagi calon pengantin, serta penguatan layanan antenatal care guna memastikan kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga persalinan.
Penguatan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan
Pemerintah menargetkan pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan kualitas fasilitas Puskesmas dan RSUD, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC), penyediaan ambulans layanan kesehatan, serta peningkatan mutu obat dan alat kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan.
Peningkatan Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan lingkungan diarahkan pada pembangunan dan peningkatan sarana sanitasi dasar, termasuk akses air bersih yang layak, sebagai upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan.
Pengendalian Penyakit
Penguatan program imunisasi, pengendalian tuberkulosis (TBC), penyakit menular dan tidak menular, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah menjadi bagian penting dari agenda kesehatan 2026.
Pemberdayaan Masyarakat
Optimalisasi peran masyarakat dilakukan melalui penguatan GERMAS dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) agar masyarakat lebih mandiri dan sadar terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Digitalisasi dan Inovasi Layanan Kesehatan
Pengembangan layanan kesehatan berbasis digital dan virtual menjadi salah satu terobosan strategis untuk meningkatkan akses, efisiensi, dan kualitas pelayanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Selain program nasional, sejumlah daerah juga menetapkan prioritas kesehatan sesuai dengan kebutuhan lokal. Kota dan Kabupaten Tangerang memfokuskan program pada perbaikan gizi balita, layanan kesehatan virtual, peningkatan sanitasi, serta penguatan RSUD dan Puskesmas.
Sementara itu, Kota Depok memprioritaskan pembangunan rumah sakit khusus ginjal, skrining kesehatan remaja, serta pengendalian zoonosis. Adapun di Kota Malang, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan delapan Puskesmas guna meningkatkan mutu layanan dasar.
Seluruh program tersebut dirumuskan dalam Rencana Kerja (Renja) Kesehatan Tahun 2026 yang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) daerah serta kebijakan nasional. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan berpedoman pada isu-isu strategis kesehatan, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan dan merata.


















