banner 728x250

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Cigudeg Tanam Jagung di Sukajaya

banner 120x600
banner 468x60

 

Garudanewss.com – Bogor, 30 Januari 2026 JAM 16:34 WIB.

banner 325x300

CIGUDEG – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cigudeg bersama unsur Muspika Kecamatan Sukajaya mengawal langsung kegiatan penanaman jagung serentak sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Program yang digagas Polda Jawa Barat ini menyasar total lahan seluas 750 hektare di berbagai wilayah.

Di wilayah Bogor Barat, penanaman dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin memimpin langsung penanaman perdana di lahan seluas sekitar satu hektare bersama Kelompok Tani Harapan Mulya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan yang dilaksanakan secara serentak di Jawa Barat.

“Lahan di Desa Cileuksa yang sudah ditanami lebih dari satu hektare masih sangat berpotensi untuk diperluas, terutama dengan penggunaan bibit jagung hibrida,” ujar AKP Budi.

Selain di Sukajaya, penanaman jagung juga dilakukan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, dengan luas lahan sekitar satu hektare.

Wilayah hukum Polsek Cigudeg yang mencakup dua kecamatan membuat pengawasan dan pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses tanam hingga masa panen.

AKP Budi menjelaskan, hasil panen petani nantinya akan diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui kerja sama dengan kelompok tani. Harga pembelian jagung disesuaikan dengan kadar air saat panen.

“Untuk kadar air 12 persen, harga jagung sekitar Rp6.000 per kilogram, sedangkan kadar air 18 persen sekitar Rp5.400 per kilogram,” jelasnya.

Skema tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung sebagai komoditas strategis pangan dan pakan nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Polsek Cigudeg, Koramil Cigudeg, Camat Sukajaya, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran lintas sektor ini menjadi wujud sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

AKP Budi juga memotivasi para petani untuk terus mengembangkan budidaya jagung. Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut tergolong subur dan sangat mendukung hasil panen yang optimal.

Pewarta : timred

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *