Garudanewss.com Cianjur – Kasus dugaan pelanggaran yang melibatkan seorang guru di Kabupaten Cianjur tengah menjadi perhatian publik. Jurnalis GAF menyampaikan harapannya agar proses hukum berjalan objektif dan transparan, karena kasus ini berkaitan dengan perlindungan anak serta keamanan siswa di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait kasus tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku. Terduga pelaku tercatat sebelumnya bertugas di SMPN 1 Campaka dan saat ini datanya berada di SMPN 1 Campakamulya.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan. Apapun hasilnya nanti tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ruhli, Selasa (31/3).
Ruhli menegaskan, apabila terbukti terjadi pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan dan kode etik profesi guru. “Sanksinya bisa berupa ringan, sedang, hingga berat. Jika pelanggarannya berat, tentu akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya.
Untuk menjaga objektivitas penanganan kasus, Disdikpora berencana berkoordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap laporan tersebut. Ruhli menegaskan komitmennya menjaga integritas dunia pendidikan melalui pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
[ Valen ]


















